Antara yang cerdas dan yang tenang
pernah terbersit dalam pemikiranku tentang pemikiran andrea hirata dalam bukunya laskar pelangi bahwa orang BODOH cenderung lebih bahagia hidupnya daripada orang cerdas. dimana orang cerdas selalu berusaha mendapat yang lebih baik dari yang dia punya, orang cerdas selalu men challenge dirinya sendiri dan berusaha lebih, dan lebih lagi. meskipun sudah mendapatkan yang terbaik tapi tetap saja orang cerdas berpikir dan mencoba menerka nerka jawaban atas persoalan yang mereka buat sendiri. tetapi, apa yang terjadi dengan orang tidak cerdas? menurut pandangan saya hidup mereka cenderung lebih tenang dan nyaman. tak ada yang di takuti oleh mereka waktu hidup mereka mendapat nilai yang hanya cukup untuk naik kelas mereka tak henti hentinya bersyukur, atau ketika ada persoalan yang menarik untuk dijawab. sungguh tak ada yang menarik mereka untuk lebih mendalami sesuatu. masing masing dari mereka punya cara menghadapi masalah sendiri. orang kurang cerdas cenderung lebih tentram jiwanya tanpa ada pertanyaan pertanyaan logis sebagai konsekuensi dari jawaban jawaban yang tak memuaskan. isi kepala mereka cenderung damai, tanpa ada suara apapun, dan kecenderungan untuk kosong atau tanpa isi apapun sehingga semua yang dikatakannya mencerminkan kekosongan otaknya tetapi anehnya banyak di antara mereka senang berlagak bahwa mereka pintar dan seorang pemikir sedangkan orang cerdas cenderung minder tentang sesuatu yang akan mereka katakan karena mereka tahu bahwa tak ada sesuatu yang benar benar mutlak di dunia ini.
jadi saat ini masih berat di otakku untuk menimbang sebenarnya hidup yang lebih sejahter itu hidup yang mana yah? orang tuaku selalu bilang seorang yang pintar hidupnya cenderung lebih enak karen lebih banyak uang, tapi apakah hidup lebih enak itu juga me representasikan hati dan pikiran yang tenang seperti yang ada di pikiran orang bodoh?




0 Comments:
Post a Comment
<< Home