so this is christmas
Christmas this time might a bit different with my previous Christmases in here Newcastle. the most obvious things that might be differ this Christmas time from previous one, might be my additional degree at the back of my name and in this Christmas i will not alone. in this occasion i would like to thank God for His presence in my life during this year, it is undoubtly that His presence obvious on every aspects on my life. i might not be like whatever i want but i am sure that He will not let even one of my hair fall of my head without His excuse. actually, near christmas time is the busiest time for me (Marks and Spencer employee) to bargain my time with money. i have been doing a lot of night hours shift recently that make my life much more busy than before. well, finally i can have 6 days off and here is my blog, but i am gonna wriote it in Indonesian language consider that i am inspired by Andy F. Noya and Dahlan Iskan as my favourite writer, i am trying my best to learn from how they describe the things.
sudah cukup lama saya tidak menulis blog ini, juga mengupdate website saya dikarenakan kesibukan saya yang benar benar membuat otak saya beku tak bekerja tetapi otot saya capek. ini seakan menjadi rutinitas saya menjelang akhir tahun. Menjelang akhir tahun semua perusahaan biasanya sibuk dengan kegiatan yang dinamakan tutup buku, bisa jadi akuntan menjadi orang yang paling sibuk di kantor memeriksa dan membuat laporan untuk perusahaan. sewaktu saya masih kecil saya sering bertanya-tanya dalam hati seberapa penting sih laporan akhir tahun itu dibuat? dan apa gunanya? seiring dengan bertumbuhnya saya dan pelajaran yang saya terima saya memang menyadari kalau itu memang perlu sebagai indikator sebuah perusahaan dan salah satu alat buat team management untuk mengarahkan jalannya perusahaan tahun depan. bagaimana dengan kita sebagai makhluk sosial? masih sangat jelas di otak saya sewaktu saya masih di indonesia seringkali akhir tahun menjadi sumber uang buat Televisi dan media media lain untuk menayangkan acara-acara yang menarik untuk ditonton keluarga yang malas keluar rumah karena macet. ada satu program acara yang masih saya ingat indonesia flashback in 60 minutes. acara ini mengulas indonesia dalam 1 tahun ke belakang. sudah 4 kali natal dan 3 kali tahun baru saya lewati di newcastle yang notabene sebagian besar sama saja rutinitas saya. selama di sini masih teringat jelas tahun lalu sangat ramai di suarakan tentang climate change dimana bumi makin panas karena ulah kita sendiri, penjualan turkey tahun itu "cukup rendah" dimana saya sebagai pegawai M&S panen makanan murah dan banyak. akan tetapi tahun ini dimana di koran koran banyak diberitakan krisis moneter seluruh dunia yang disebabkan gagalnya subprime mortgage di amerika tahun 2007 diikuti jatuhnya perusahaan keuangan kelas atas macam Lehman Brothers, AIG dan lain sebagainya yang nota bene rating ekonominya AAA. Sebagai perbandingan Indonesia saja masih dalam range B atau C kalau nggak salah, dimana masih sangat jauh sekali perjalanannya menuju rating AAA. anehnya menurunnya ekonomi dunia dan bangkrutnya perusahaan besar di inggris diiringi dengan peningkatan penjualan makanan selama christmas. sungguh diluar prediksi semua orang ekonomi ini. seiring dengan berita bahwa masing-masing negara sibuk menyelamatkan dirinya sendiri dan para pejabatnya berpikir mati matian untuk memanfaatkan sisa sisa kekuatan financialnya untuk memperbaiki ini dan itu dalam konteks financial, dimulai dengan amerika yang memberikan talangan terbesar mungkin dalam 30 atau 50 tahun terakhir ke dunia perbankannya disusul dunia otomotifnya, diikuti brazil, china, india, rusia yang tidak lagi merasakan kenaikan ekonomi 10% seperti tahun2 sebelumnya diikuti lagi sebuah negara bekas federasi rusia yang presidennya berkata saya seperti tak punya lagi teman di sini karena negar-negara sahabatnya sudah sibuk dengan keuangan dalam negerinya dan tak bisa lagi menolong yang lain. ditambah dengan palestina yang benar-benar harus bekerja keras untuk membangun negaranya lagi setelah perang usai nanti. sungguh sebuah surprise di satu sisi keadaan ekonomi dunia carut marut, di sisi lain perang oh dunia ini penuh dengan bermacam macam ke anehan. perang di afghanistan mencari osama belum tuntas di susul perang di iraq menjatuhkan saddam hussein sekarang ditambah lagi perang di jalur gaza antara israel dan palestina. natal tahun ini sungguh kacau, berbicara tentang natal tentunya tak bisa dilepaskan dari hari kita merayakan lahirnya Tuhan Yesus atau Tuhannya orang Kristen. melihat dunia yang kacau balau seperti ini siapakah yang mau kita salahkan? haruskah kita menyalakan Tuhan karena menciptakan manusia dengan segala akal budinya sehingga terjadi perbedaan pendapat atau dengan segala intelektualnya sehingga dosa seorang ditanggung sebagian besar orang yang tidak tahu apa apa tentang masalah ekonomi (merujuk pada George Soros atas hancurnya ekonomi Asia pada tahun 1997 dan Joseph Cassanov atas hancurnya ekonomi dunia pada tahun 2008). di satu sisi para pembuat dosa masih merasakan nikmatnya tinggal di apartment pribadi 3 lantai di kompleks mewah dekat pusat perbelanjaan terkenal di london Harrods komplit dengan kolam renang pribadi, uang PHK, dan gaji bulanan sebagai konsultan yang bisa2 lebih besar dari gaji seorang presiden SBY. secara prinsip dasar manajemen sumber daya manusia bahwa menyalahkan seseorang itu akan makin membuat masalah semakin dalam ada baiknya kita sebagai penanggung dosa mereka untuk mulai mengintrospeksi diri kita sendiri, apa sih yang bisa kita perbuat di tengah-tengah krisis ini kesempatan apa yang ada di tengah-tengah krisis ini? daripada kita sibuk mencari-cari salah orang lain lebih baik kita mulai mencari peluang-peluang dari krisis ini. membuat kaus lelucon tentang krisis ekonomi misalnya saya rasa akan menghasilkan untung yang cukup besar asal direncanakan dengan matang. masih banyak lagi kesempatan-kesempatan yang tak terlihat oleh kasat mata tapi ada di sana. harapan saya di tahun depan sudah ada isu baru yang lebih pantas dibahas di koran-koran selain puing-puing kekacauan negara akibat perang dan kehancuran ekonomi. marilah kita menyongsong tahun depan dengan pandangan yang lebih optimis dan yang paling penting tindakan, sebagai presentasi dari pikiran kita yang optimis. sungguh saya berharap Indonesia yang lebih baik di tahun mendatang. sebagai penutup sepertinya tidak layak saya namakan tulisan ini catatan akhir tahun, mungkin lebih tepatnya sekilas catatan akhir tahun karena catatan saya ini pastilah jauh dari komplit.
Michael Tanudjaya. BSc(Hons).,MSc
penulis adalah seorang postgraduate yang sedang mencari kerja dan sangat cinta Indonesia
sudah cukup lama saya tidak menulis blog ini, juga mengupdate website saya dikarenakan kesibukan saya yang benar benar membuat otak saya beku tak bekerja tetapi otot saya capek. ini seakan menjadi rutinitas saya menjelang akhir tahun. Menjelang akhir tahun semua perusahaan biasanya sibuk dengan kegiatan yang dinamakan tutup buku, bisa jadi akuntan menjadi orang yang paling sibuk di kantor memeriksa dan membuat laporan untuk perusahaan. sewaktu saya masih kecil saya sering bertanya-tanya dalam hati seberapa penting sih laporan akhir tahun itu dibuat? dan apa gunanya? seiring dengan bertumbuhnya saya dan pelajaran yang saya terima saya memang menyadari kalau itu memang perlu sebagai indikator sebuah perusahaan dan salah satu alat buat team management untuk mengarahkan jalannya perusahaan tahun depan. bagaimana dengan kita sebagai makhluk sosial? masih sangat jelas di otak saya sewaktu saya masih di indonesia seringkali akhir tahun menjadi sumber uang buat Televisi dan media media lain untuk menayangkan acara-acara yang menarik untuk ditonton keluarga yang malas keluar rumah karena macet. ada satu program acara yang masih saya ingat indonesia flashback in 60 minutes. acara ini mengulas indonesia dalam 1 tahun ke belakang. sudah 4 kali natal dan 3 kali tahun baru saya lewati di newcastle yang notabene sebagian besar sama saja rutinitas saya. selama di sini masih teringat jelas tahun lalu sangat ramai di suarakan tentang climate change dimana bumi makin panas karena ulah kita sendiri, penjualan turkey tahun itu "cukup rendah" dimana saya sebagai pegawai M&S panen makanan murah dan banyak. akan tetapi tahun ini dimana di koran koran banyak diberitakan krisis moneter seluruh dunia yang disebabkan gagalnya subprime mortgage di amerika tahun 2007 diikuti jatuhnya perusahaan keuangan kelas atas macam Lehman Brothers, AIG dan lain sebagainya yang nota bene rating ekonominya AAA. Sebagai perbandingan Indonesia saja masih dalam range B atau C kalau nggak salah, dimana masih sangat jauh sekali perjalanannya menuju rating AAA. anehnya menurunnya ekonomi dunia dan bangkrutnya perusahaan besar di inggris diiringi dengan peningkatan penjualan makanan selama christmas. sungguh diluar prediksi semua orang ekonomi ini. seiring dengan berita bahwa masing-masing negara sibuk menyelamatkan dirinya sendiri dan para pejabatnya berpikir mati matian untuk memanfaatkan sisa sisa kekuatan financialnya untuk memperbaiki ini dan itu dalam konteks financial, dimulai dengan amerika yang memberikan talangan terbesar mungkin dalam 30 atau 50 tahun terakhir ke dunia perbankannya disusul dunia otomotifnya, diikuti brazil, china, india, rusia yang tidak lagi merasakan kenaikan ekonomi 10% seperti tahun2 sebelumnya diikuti lagi sebuah negara bekas federasi rusia yang presidennya berkata saya seperti tak punya lagi teman di sini karena negar-negara sahabatnya sudah sibuk dengan keuangan dalam negerinya dan tak bisa lagi menolong yang lain. ditambah dengan palestina yang benar-benar harus bekerja keras untuk membangun negaranya lagi setelah perang usai nanti. sungguh sebuah surprise di satu sisi keadaan ekonomi dunia carut marut, di sisi lain perang oh dunia ini penuh dengan bermacam macam ke anehan. perang di afghanistan mencari osama belum tuntas di susul perang di iraq menjatuhkan saddam hussein sekarang ditambah lagi perang di jalur gaza antara israel dan palestina. natal tahun ini sungguh kacau, berbicara tentang natal tentunya tak bisa dilepaskan dari hari kita merayakan lahirnya Tuhan Yesus atau Tuhannya orang Kristen. melihat dunia yang kacau balau seperti ini siapakah yang mau kita salahkan? haruskah kita menyalakan Tuhan karena menciptakan manusia dengan segala akal budinya sehingga terjadi perbedaan pendapat atau dengan segala intelektualnya sehingga dosa seorang ditanggung sebagian besar orang yang tidak tahu apa apa tentang masalah ekonomi (merujuk pada George Soros atas hancurnya ekonomi Asia pada tahun 1997 dan Joseph Cassanov atas hancurnya ekonomi dunia pada tahun 2008). di satu sisi para pembuat dosa masih merasakan nikmatnya tinggal di apartment pribadi 3 lantai di kompleks mewah dekat pusat perbelanjaan terkenal di london Harrods komplit dengan kolam renang pribadi, uang PHK, dan gaji bulanan sebagai konsultan yang bisa2 lebih besar dari gaji seorang presiden SBY. secara prinsip dasar manajemen sumber daya manusia bahwa menyalahkan seseorang itu akan makin membuat masalah semakin dalam ada baiknya kita sebagai penanggung dosa mereka untuk mulai mengintrospeksi diri kita sendiri, apa sih yang bisa kita perbuat di tengah-tengah krisis ini kesempatan apa yang ada di tengah-tengah krisis ini? daripada kita sibuk mencari-cari salah orang lain lebih baik kita mulai mencari peluang-peluang dari krisis ini. membuat kaus lelucon tentang krisis ekonomi misalnya saya rasa akan menghasilkan untung yang cukup besar asal direncanakan dengan matang. masih banyak lagi kesempatan-kesempatan yang tak terlihat oleh kasat mata tapi ada di sana. harapan saya di tahun depan sudah ada isu baru yang lebih pantas dibahas di koran-koran selain puing-puing kekacauan negara akibat perang dan kehancuran ekonomi. marilah kita menyongsong tahun depan dengan pandangan yang lebih optimis dan yang paling penting tindakan, sebagai presentasi dari pikiran kita yang optimis. sungguh saya berharap Indonesia yang lebih baik di tahun mendatang. sebagai penutup sepertinya tidak layak saya namakan tulisan ini catatan akhir tahun, mungkin lebih tepatnya sekilas catatan akhir tahun karena catatan saya ini pastilah jauh dari komplit.
Michael Tanudjaya. BSc(Hons).,MSc
penulis adalah seorang postgraduate yang sedang mencari kerja dan sangat cinta Indonesia




1 Comments:
lain x perlu bawa usb ke warnet nih, buat copy writingmu dan baca dgn nyaman dan slowly di rumah..
Post a Comment
<< Home